Tampilkan posting dengan label Sejarah. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Sejarah. Tampilkan semua posting
0

Kerajaan Tarumanegara

  • Agung Setiawan
  • Awanzo Blogs

    Peta Sejarah-kerajaan Tarumanegara

    Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua yang kedua setelah Kerajaan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.
    Kerajaan Tarumanegara sendiri terletak di wilayah provinsi Jawa Barat, dan berdiri sekitar abad ke-5 masehi dengan rajanya yang terkenal bernama Purnawarman.

    Untuk sumber sejarah adanya kerajaan Tarumanegara sendiri diperoleh, yaitu dengan ditemukannya "7 buah prasasti" yang diantaranya sebagai berikut:

    1. Prasasti Ciaruteun

    Awanzo Blogs

    Prasasti Ciaruteun ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, daerah Ciampea, Bogor.

    2. Prasasti Jambu

    Awanzo Blogs

    Prasasti ini ditemukan di sebelah barat Bogor.

    3. Prasasti Kebon Kopi

    Awanzo Blogs

    Prasasti Kebon Kopi ditemukan di Muara Ilir Cibungbulang, Bogor.

    4. Prasasti Pasir Awi

    Awanzo Blogs
    Prasasti ini ditemukan juga dekat Bogor.

    5. Prasasti Muara Cianten

    Awanzo Blogs
    yang juga ditemukan dekat Bogor.

    6. Prasasti Tugu

    Awanzo Blogs
    Ini ditemukan di Cilincing Jakarta.

    7. Prasasti Cidanghiang
    Prasasti yang ditemukan di Lebak Pandeglang (Banten).

    Pada Prasasti Ciaruteun, bertuliskan 4 baris kalimat yang dituliskan pada batu besar. Pada batu ini terdapat juga lukisan lebah-lebah dan sepasang telapak kaki. Prasasti ini bertuliskan “Ini bekas dua kaki, yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki yang mulia Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.
    Nama asli kerajaan Taruma adalah kerajaan "Aruteun". Hal ini diduga bahwa sangat sesuai dengan catatan sejarah Cina, dimana waktu itu negeri Ho-lo-tan (Aruteun) di She-po (Jawa) telah mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 430, 437, dan 452 masehi. Setelah mendapat pengaruh budaya India, nama Aruteun diubah menjadi Taruma. Nama Taruma ini diambil dari nama daerah di India Selatan. Perubahan nama ini diperkirakan terjadi pada akhir abad ke-5 masehi. Sejak abad ke-6 masehi, nama Ho-lo-tan (Aruteun) tidak disebut-sebut lagi. Sebagai gantinya muncul nama To-lo-mo (Taruma) yang pernah mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 528, 535, 630, dan 669 masehi.

    Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak ditemukan di bukit Koleangkak, sekitar 30 km sebelah barat Bogor. Bunyi prasasti itu “Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah di Taruma dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang tapak kakinya, yang senantiasa berhasil menggempur kota-kota musuh, dihormati para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya”.

    Prasasti Tugu ditemukan di desa Tugu Cilincing Jakarta. Prasasti Tugu ini merupakan prasasti terpanjang dan terpenting dari peninggalan raja Purnawarman. Tulisannya dipahatkan di atas sebuah batu bulat panjang. Isinya menyebutkan tentang penggalian sungai Gomati yang panjangnya 6.112 tumbak atau kurang lebih sekitar 11 Km. Penggalian sungai ini dilakukan pada tahun pemerintahan yang ke-22 dari raja Purnawarman. Penggalian dikerjakan dalam waktu 21 hari. Setelah pembuatan sungai selesai diadakan selamatan. Dalam selamatan itu, raja Purnawarman memberikan hadiah 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana.
    Selain itu, prasasti Tugu menyebutkan pula tentang penggalian sungai Candrabhaga. Menurut Profesor Poerbatjaraka sungai Candrabhaga adalah sungai Bekasi sekarang.

    Prasasti Tugu ini adalah prasasti yang pertama kali menyebutkan penanggalan, namun tahunnya tidak disebutkan. Bulan yang disebutkan adalah phalguna dan caitra yakni nama bulan yang bertepatan dengan bulan Februari dan April. Pembuatan sungai Candrabhaga diduga untuk mengatasi bahaya banjir yang sering melanda daerah Bekasi. Prasasti menunjukkan pula bahwa rakyat Tarumanegara hidup dari pertanian dan beternak. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan raja menghadiahkan 1.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

    Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten ditulis dengan huruf yang berbentuk ikal dan sampai sekarang belum dapat dibaca. Selain itu ada pula gambar telapak kaki. Prasasti Cidanghiang baru ditemukan tahun 1947 yang terdiri atas dua baris kalimat.
    Isinya adalah “Ini (tanda) keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sungguh-sungguh dari raja dunia, yang mulia Purnawarman, yang menjadi panji seluruh raja-raja”.

    Raja - raja yang berkuasa di kerajaan Tarumanegara, diantaranya :

    1. Jayasingawarman 358-382 M
    2. Dharmayawarman 382-395 M
    3. Purnawarman 395-434 M
    4. Wisnuwarman 434-455 M
    5. Indrawarman 455-515 M
    6. Candrawarman 515-535 M
    7. Suryawarman 535-561 M
    8. Kertawarman 561-628 M
    9. Sudhawarman 628-639 M
    10. Hariwangsawarman 639-640 M
    11. Nagajayawarman 640-666 M
    12. Linggawarman 666-669 M

    (Sejarah Nasional)

    read more
    0

    Kerajaan Kutai Kertanegara

  • Agung Setiawan
  • kutai kertanegara_Awanzo Blogs

    Kerajaan Kutai adaah kerajaan pertama di Indonesia yang dipengaruhi oleh ajaran agama Hindu. Letak Kerajaan Kutai Kertanegara berada di sekitar hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan tempat penemuan prasasti bersejarah. Karena prasasti-prasasti yang ditemukan tidak menyebutkan nama kerajaan tersebut, sehingga para ahli memberi nama kerajaan tersebut dengan sebutan Kerajaan Kutai Kertanegara.
    Wilayah Kerajaan Kutai Kertanegara diperkirakan berada di daerah yang saat ini kita kenal sebagai Kabupaten Kutai Kartanegara.

    Bukti tentang keberadaan Kerajaan Kutai Kertanegara dapat diketahui dari tujuh buah batu bertulis yang disebut "Yupa".
    Yupa merupakan batu bertulis yang dibuat sebagai peringatan upacara kurban. Berdasarkan ketujuh yupa tersebut dapat diketahui bahwa Kerajaan Kutai Kertanegara berdiri sekitar abad 5 Masehi atau sekitar tahun 400 Masehi. Yupa tersebut juga menyatakan bahwa raja yang memerintah saat itu adalah Raja Mulawarman, karena Raja Mulawarman yang memerintahkan pembuatan yupa.

    Raja Mulawarman diperkirakan merupakan nama asli Indonesia karena kakeknya bernama Kudungga. Kudungga merupakan nama asli Indonesia. Kudungga mempunyai putra bernama Aswawarman. Aswawarman merupakan nama yang berasal dari bahasa Sanskerta. Bahasa sanskerta adalah bahasa asli dari Indonesia dan penggunaan bahasa ini bisa kita jumpai dalam sejumlah prasasti di Nusantara, misalnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Aswawarman disebut sebagai Wamsakarta atau pembentuk keluarga.

    Pada saat Aswawarman naik tahta, ia dinobatkan sebagai raja dengan cara Hindu. Penobatan raja diperkirakan dilakukan dengan cara "vratyastoma", yaitu pengangkatan seseorang menjadi kasta yang tinggi atau bangsawan. Kasta bangsawan adalah tingkatan tertinggi pembagian masyarakat Hindu selain kasta Brahmana, kasta Ksatria, kasta Waisya, dan kasta Sudra.
    Raja Aswawarman memiliki tiga orang putra, salah satunya adalah Mulawarman.

    Melalui prasasti yang berupa yupa juga diketahui bahwa Kerajaan Kerajaan Kutai Kertanegara beragama Hindu. Hal ini didasarkan kepada informasi yang terdapat pada salah satu yupa yang menyatakan bahwa Raja Mulawarman memberikan sedekah berupa 1.000 ekor lembu kepada para Brahmana di tempat suci Waprakeswara. Waprakeswara adalah tempat suci yang digunakan masyarakat untuk menyembah Dewa Siwa, yaitu salah satu Dewa Trimurti dalam agama Hindu.

    sumber

    www.kutaikertanegara.com

    read more
    4

    Samudera Pasai (Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia)

  • Agung Setiawan


  •   
    Kerajaan Samudera Pasai


    Inilah kerajaan Islam pertama di bumi pertiwi Indonesia "Kerajaan Samudera Pasai".
    Di Masa Khalifah ketiga ‘Ustman (644 – 656), utusan-utusan dakwah dari Tanah Arab mulai tiba di istana Cina. Kontak-kontakantara cina dan dunia Islam terpelihara terutama lewat jalur laut melalui perairan Indonesia. Kar ena itu tak aneh bila orang-orang Islam tampak memainkan peran pentingdalam urusan-urusan negara-perdagangan yang besar di Sumatera yang beragama Budha, Kerajaan Sriwijaya. Antara tahun 904 M sampai pertengahan abad XII, utusan-utusan dari Sriwijaya ke istana Cina memiliki nama Arab (Muslim). Inilah yang menjadi jejak-jejak telah munculnya peran umatIslam dalam bidang ekonomi-politikmeskipun dalam sistem pemerintahan Sriwijaya yang Budha.
    Petunjuk pertama tentang muslimIndonesia berkaitan dengan bagian utara Sumatera. Di pemakaman Lamreh ditemukan nisan Sultan Sulaiman bin Abdullahbin Al-Bashir yang wafat tahun 608 H/ 1211 M. Ini merupakan petunjuk pertama tentang keberadaan kerajaan Islam di wilayah Indonesia.
    Hikayat Raja-Raja Pasai, merupakan salah satu sumber tentang cerita masuknya Islam keSamudra. Dalam cerita ini disebutkan bahwa Khalifah di Mekah mendengar tentang adanya Samudra dan memutuskanuntuk mengirim sebuah kapal ke sana untuk memenuhi harapan forcasting Nabi Muhammad SAW bahwa suatu hari nanti akan ada sebuah kota besar di timur yang bernama Samudra, yang akan menghasilkan orang suci. Kapten kapal itu, Syekh Ismail, singgah dulu di India untuk menjemput seorang sultan yang telah mengundurkan diri karena ingin menjadi da’i. Penguasa Samudra, Merah Silau (atau Silu), bermimpi bahwa Nabi menampakan diri kepadanya, mengalihkan secara gaib pengetahuan tentang Islam kepadanya dengan cara meludah ke dalam mulutnya, dan memberinya gelar Sultan Malik As-Salih. Setelah terbangun, sultan yang baru ini mendapati bahwa dia dapat membaca Qur’anwalaupun dirinya belum pernah diajar, dan bahwa dia telah dikhitan secara gaib. Dapat dimengerti bahwa para pengikutnya merasa takjub atas kemampuan sultan mengaji dalam bahasa Arab. Kemudian kapal dari Mekah tadi tiba. Ketika Syekh Ismail mendengar pengucapan duakalimat syahadat Malik As-Salih, maka dia pun melantiknya menjadipenguasa dengan tanda-tanda kerajaan dan jubah-jubah kenegaraan dari Mekah. Syekh Ismail terus mengajarkan dua kalimat Syahadat. Syekh Ismail kemudian meninggalkan Samudra, sedangkan da’i yang berkebangsaan India tetap tinggaluntuk menegakan Islam secara lebih kokoh di Samudra. Sultan Malik As-Salih meninggal pada tahun 1297 M.
    Dibawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik al-Zahir (1297 – 1326), kerajaan Samudra Pasai mengeluarkan mata uang emas yang beridentitas ketuhanan. Mata uang tersebut, sampai saat ini, dianggap sebagai mata uang emas tertua yang pernah di keluarkan oleh sebuah kerajaan Islam di Asia Tenggara.
    read more
    back to top

    Subscribe